Bupati Rembang Abdul Hafidz Tanggapi Kasus Pembakaran Tenda Pengungsian

jendelanet.com – adipati Rembang Abdul Hafidz angkat berbicara berkenaan histori pembongkaran tenda yg sewaktu ini diperlukan oleh jalan berlawanan grup supporter dan penentang tingkah laku bengkel pasir di tempat Gunung belakang Desa Kadiwono Kecamatan Bulu.

Menurutnya, pembongkaran tenda tercantum dilatari oleh pemblokiran akses menuju telapak bengkel pasir. dirinya mengemukakan menyayangkan tindak pemblokiran tercantum sebab semestinya factor itu tak butuh dilakukan, sebab personel bengkel kerikil ala kadarnya beraktivitas memiara alat.

“Saya amat sangat menyayangkan sejarah pemblokiran akses menuju telapak bengkel beton milik PT pasir Indonesia dan pembongkaran tenda milik pihak pro ataupun kontra bengkel kerikil. berlaba tak berlangsung kecelakaan fisik,” menurutnya dekat tafsiran tercatat, Senin (13/2/2017) siang.

Baca juga: Polres Rembang Akan Usut Penyebar Berita Hoax pembakaran musala dan Alquran

Bupati mengharapkan warga Kabupaten Rembang mengembangbiakkan rasa aman dan nyaman. terhadap mewujudkannya butuh ada kesiagaan dan koordinasi berasal pihak keamanan, pemerintah, dan masyarakat.

“Pemblokiran kembali jadi salah wahid penyebab penduduk laksanakan pembongkaran. tidak cuma itu penduduk beranggapan, selagi ini adanya tenda-tenda alamat ke-2 pihak di pada akses menyamar bengkel jadi salah tunggal logo atau pemicu konflik,” ujarnya.

Dalam keterangannya, disebutkan tak ada pembakaran tenda milik pihak kontra seperti yg menyebar luas di fasilitas bersahabat oleh pihak yg tidak bertanggungjawab. bahkan pembakaran musala dan peralatan ibadah. adipati mengamini kupasan polisi yg membantah informasi itu.

“Saya apalagi merasa mamang kala wong luar Rembang, dibilang godaan tak, tapi bersetuju menyodok agar ada pemblokiran. Mereka ini kita sayangkan. aku mengharapkan, jangan sampai hingga ada pihak luar yg mengoyak-ngoyak ketentraman warga di Rembang,” katanya.

Hafidz membujuk buat pemerintah kecamatan dan desa biar senantiasa berkoordinasi agar tak ada kesalahpahaman. jikalau ada pertanyaan yg mengunjungi kiat terpalang, dia menganjurkan supaya tergarap dgn sila dengan laksanakan musyawarah.

“(perlu) Ada perikatan dgn buat mengayomi kondusivitas. SI telah melaksanakan koordinasi, sebaliknya pihak keamanan telah memetakan problem. Pemkab miliki kepalang jawab terhadap mengkoordinasikan dan mensinergikan kepada kewangian dgn, paparnya.

Melalui kritik terdaftar, tumenggung terus menyikapi jalan peraturan yg ditempuh oleh pihak penentang bengkel beton ke Polda Jawa pula. dirinya mengajak mereka melaksanakan muslihat termasuk lantaran adalah kuasa yg bersangkutan.

baca juga: Apa Jawaban Bupati Rembang Mengenai Kafe Karaoke Bekas Kantor Dishub?

“Silakan saja (dilaporkan itu wenang mereka. beta cuma mengharapkan janganlah hingga seakan-akan ada permasalahan gede di Rembang. karena sebenarnya pembongkaran tenda-tenda tercatat tak dilandasi hajat guna memecah belah, padahal sampai-sampai buat mengumpulkan penduduk terus, katanya.

Sementara tentang penyebaran kabar di fasilitas bersahabat yg tak pas bersama apa yg berjalan di arena lapang, penduduk yg dirugikan mampu menyampaikan ke pihak kepolisian. demikian sedang bersama perlakuan tidak menyenangkan atau bentakan yg dialami oleh kades oleh akun di medsos.

“Namun aku mengimbau supaya tak usah mematuhi jurusan peraturan, lantaran mereka sedang yaitu masyarakat Rembang. Sebisanya seluruh keluhan dapat tergarap dgn rapat apalagi lalu, begitu adipati Rembang.

(andre/mataair)

LEAVE A REPLY