Alasan Dewi Sandra Tak Izinkan Suami Beli Motor

Alasan Dewi Sandra Tak Izinkan Suami Beli Motor

dewisandra

Jendelanet.com – Artis Dewi Sandra ini ternyata memiliki pengalaman yang sangat pahit dalam hidupnya sehingga membuat dirinya trauma sepanjang umur. Dewi Sandra mengaku masih merasakan trauma untuk menaiki sepeda motor. Pasalnya, ia pernah mengalami kecelakaan motor saat dibonceng oleh tukang ojek. Akibat kecelakaan tersebut, Dewi Sandra memiliki sebanyak 55 jahitan di dengkul.

“Jadi kecelakaan itu terjadi saat syuting chart musik waktu saya remaja bareng Betrand Antolin. Kesalahan bukan dari tukang ojek, tapi karena ada anak-anak yang lagi belajar naik motor, mereka ngebut dan saya ditabrak. Untung saya pakai helm, tapi salahnya waktu itu saya pakai celana pendek, jadi dengkul sobek kena beling dan aspal,” kenang Dewi saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (27/5).

Setelah kecelakaan itu, pemain sinetron Catatan Hati Seorang Istri ini menjadi trauma untuk naik sepeda motor. Dewi menjelaskan imbas kecelakaan tersebut, Dewi mengaku dirinya hingga tidak bisa menggerakan lutut selama sebulan penuh. Bahkan akibat kecelakaan terebut Dewi Sandra harus menanggung dosa lantaran dirinya tidak sholat.

“Saya sampai nangis-nangis. Bahkan, saya susah untuk salat, tapi saya melatih untuk ruku dan sujud, alhamdulillah dikasih kelenturan. Tapi, untuk naik motor saya belum mau, karena saya takut,” ucap Dewi.

Dewi menyatakan, dirinya butuh waktu hampir setahun untuk menghilangkan trauma. Bahkan, ia pernah tidak mengizinkan suaminya, Agus Rahman untuk membeli motor.

“Mas Agus akhirnya minta izin untuk punya motor dan aku bilang enggak, karena trauma. Sampai akhirnya saya sadari kok saya egois karena belum tentu apa yang saya alami terjadi sama dia,” ungkapnya.

Beruntung artis berusia 36 tahun ini mengenakan helm sehingga ia selamat.

“Untung saya pakai helm, tapi salahnya waktu itu saya pakai celana pendek. Jadi dengkul sobek, kena beling dan aspal,” kenangnya.
Pascaperistiwa itu Dewi merasa trauma. “Saya sampai nangis-nangis. Untuk naik motor tidak saya belum mau. Karena saya takut. Hampir setahun trauma baru hilang,” tandasnya.