Google Glass Kini Dinamai Project Aura, Rekrut Pegawai Amazon

Google Glass Kini Dinamai Project Aura, Rekrut Pegawai Amazon

project-aura-google-glass

Setelah diluncurkan ke publik sedikit lebih dini, Google Glass yang tampak prematur itu akhirnya harus mengalami kebuntuan di perjalanannya dalam rangka mempopulerkan perangkat kacamata pintar ini. Versi Explorer Edition seperti sudah diprediksi sebelumnya, terpaksa dihentikan awal tahun ini.

Namun pencipta asli perangkat kepala ini bersikeras bahwa meski versi konsumen pertama dari Google Glass berakhir, bukan berarti seluruh rencana perangkat aksesoris pakaian masa depan ini sudah gagal total. Dan terbukti, pernyataan ini bukan sekadar omong kosong yang ditujukan untuk menutup mulut para pencicip awal versi pengembang, dan peminat perangkat kebanyakan.

Versi konsumen kedua tampaknya sudah disetujui, dan dengan konsep yang lebih matang, sederhana, dan tidak neko-neko, perangkat ini diperkirakan akan hadir kembali dalam kurun kurang dari satu tahun ke depan. Google tetap menunjukkan tekadnya dalam pengembangan Glass, yang kini dinamai Project Aura, setelah beberapa insinyur, pengembang perangkat lunak, dan manajer proyek bergabung.

Project Aura tampaknya akan dikepalai oleh Ivy Ross, mantan kepala dalam penciptaan Glass versi pertama, yang akan bertanggung jawab kepada Tony Fadell, CEO Nest Labs yang diakuisisi Google tahun lalu dengan mahar $3,2 miliar.

Project Aura juga mengikutsertakan beberapa insinyur dari Amazon yang bertanggung jawab dalam pengembangan Fire Phone dan Fire TV yang sukses besar di Amerika Serikat.