CEO Uber Targetkan Setiap Mobil Di Dunia Terhubung Dengan Aplikasinya

CEO Uber Targetkan Setiap Mobil Di Dunia Terhubung Dengan Aplikasinya

ceo-uber-travis-kalanick

Ketika berbicara tentang “dominasi dunia,” Anda mungkin akan membayangkan penjahat sekelas musuh James Bond, atau tokoh kartun. Namun di dunia nyata, salah satu figur yang paling tepat untuk dijadikan contoh adalah Travis Kalanick, lengkap dengan kaus kaki bertuliskan “carpe diem.”

Kalanick, CEO dari layanan taksi pribadi yang kini menjadi perusahaan startup dengan nilai tertinggi di dunia, mengatakan bahwa masa depan sempurna menurut versinya adalah dimana setiap mobil yang ada di sekitar manusia sudah terhubung ke Uber, dan tersedia untuk memberi tumpangan kapanpun Anda membutuhkannya.

“Kami ingin membuat transportasi yang dapat diandalkan seperti halnya air yang mengalir,” ujar Kalanick, sembari menggembar-gemborkan manfaat dari konsep Uber yakni berkurangnya kemacetan lalu lintas, persaingan lahan parkir yang semakin minim, dan bertambahnya pekerjaan untuk sopir. Tapi, menurutnya, masyarakat umum juga akan mendapat untung juga karena mereka bisa mengandalkan layanan Uber, daripada harus menyetir sendiri. “Konsep keseluruhan kami adalah tentang bagaimana membuat Uber lebih murah daripada memiliki mobil.”

Kalanick pada saat itu sedang berbicara dalam sebuah “percakapan” dengan CEO Salesforce, Marc Benioff dalam konvensi tahunan DreamForce di San Francisco, Rabu kemarin. Kalanick membahas fakta-fakta terbaru dan angka statistik dari kinerja perusahaannya, serta harapannya untuk masa depan Uber.

Sebagai kepala Uber, Kalanick memimpin sebuah perusahaan bernilai lebih dari $50 miliar atau sekitar 700 triliun rupiah. Idenya memang tampak sederhana: menghubungkan sopir dengan penumpang melalui aplikasi ponsel pintar, dan pada dasarnya menciptakan layanan taksi via ponsel apapun dengan koneksi internet.

Perusahaan yang berbasis di San Francisco ini telah menjadi layanan menumpang mobil terbesar di dunia, dan beroperasi di 60 negara. Aplikasinya rata-rata melayani ribuan tumpangan per menit, kata Kalanick. 100.000 orang diperkirakan menggunakan layanan markas taksinya, yang disebut UberPool, setiap pekan di setiap kota tempat markas ini tersedia.